Monday, March 11, 2013

Event #PostcardFiction [ FIKSI MINI DARK THEME]: Cinta Membunuhku



FIKSI MINI DARK THEME     
       Cinta Membunuhku
 
“Jam delapan? Okay, really miss you.” Aku menutup telepon dan tersenyum. Baru seminggu kami berdua menjalani hubungan, aku baru bisa merasakan bahwa diriku telah jatuh cinta. Yah, aku benar-benar telah jatuh ke perangkapnya. Perangkap Cinta. Ah, beginikah rasa cinta itu. Aku akui aku memang telat merasakan cinta.  Pekerjaan adalah segala-galanya bagiku sampai seminggu yang lalu dia membuat hati, pikiran dan tubuh ini tidak bisa tidur sepanjang malam.
Cinta oh cinta, kau begitu mempesona. Aku yakin dia adalah seseorang yang ditakdirkan untukku. Walaupun hanya seminggu mengenalnya, tapi dia merupakan tipe idaman untuk calon pendamping hidupku. Bukan karena paras ayunya  tapi sifat dan sosoknya pun secantik dirinya. Bahkan jika tidak berlebihan aku bisa mengatakan bahwa ia lebih hebat dari Miss Indonesia dan aneka title Miss lainnya sekalipun.
Cinta oh cinta. Aku tidak sabar ingin bertemu denganmu malam ini.
***
Tak kusangka, cinta membunuhku. Selama ini aku menilaimu salah. Ternyata cinta itu menyakitkan.  Mengapa aku menghiraukan perkataan teman-temanku. Mereka  selalu mengatakan bahwa cinta itu penuh dengan kebohongan, kemunafikan, hanya orang bodoh yang bisa termakan oleh bujuk rayunya.
“Dia itu wanita bermuka dua. Jangan pernah sekalipun jatuh ke perangkapnya. Kata-katanya penuh bisa. Sangat mematikan,” tergiang perkataan salah seorang temanku yang merupakan teman dekat orang yang kucintai itu.
Aku salah menilaimu, Cinta.  Kupikir cinta itu penuh dengan kesetiaan dan kasih sayang seperti lakon ayah dan ibu yang selalu ditampilkan kepadaku dengan penuh kemesraan. Kupikir cinta bukan hanya membuat hari-hariku penuh dengan warna-warni indahnya bersamamu tapi cinta dapat menutup kekosongan hati ini karena kesepiaan tidak memiliki seseorang yang kucinta.
“Sayang, kenapa kau tega membuatku seperti ini,” kataku. “Bukankah cintaku tulus padamu?”
Ia tersenyum sinis. Aku tidak menemukan mata teduh penuh cinta, yang selama ini sering kulihat di kedua matanya yang berwarna biru karena softlens. Paras ayunya berubah mengerikan.
Ternyata, aku tergeletak tidak berdaya gara-gara memenuhi ajakanmu.
“Cinta membunuhku,”  kataku sekali lagi sesaat sebelum aku menutup mata dan kau pun berbisik tepat ditelinga kananku.
“Yah, aku, Cinta membunuhmu. Semua harta kekayaanmu akan kuambil setelah ini.”
Sesuatu menusuk hatiku. Menyakitkan. Dan aku jatuh ke dasar sebuah alam yang tidak kukenal.
           

 



0 comments:

Post a Comment