Thursday, October 30, 2014

Asuransi dan Peran Pentingnya pada Setiap Aspek Kehidupan



Asuransi? Ngapain juga ikut asuransi?”

          Begitu lontaran kalimat saya utarakan pertama kali ketika mengetahui teman terdekat saya yang baru satu tahun bekerja, sudah mendaftar asuransi jiwa di salah satu perusahaan asuransi Indonesia. Saya berpikir untuk apa ikut asuransi padahal tubuh masih sehat, kuat dan masih muda. Ditambah lagi selama kita masih bisa menghindari segala peyebab penyakit dan mengikuti gaya hidup sehat, insya Allah kita bisa sehat sampai tua. Lah, kok kalah dengan orang-orang dulu seperti nenek saya yang sudah berumur 87 tahun  tapi masih hidup dan sehat sampai sekarang.

          Saya berpikir seperti itu karena saya masih seorang mahasiwi yang belum berkeluarga dan berpenghasilan. Bagi saya, asuransi sama saja dengan menghabiskan uang. Lebih baik mengolah uang tersebut menjadi sebuah bisnis atau investasi. Dengan begitu uang tersebut bisa berkembang. Bandingkan dengan skema pembayaran asuransi tiap bulan dan harus menunggu datangnya risiko (musibah) kemudian uang atau premi asuransi yang sudah dibayar tersebut bisa cair.

          Suatu hari saya mendapat info bahwa Allianz, salah satu perusahaan asuransi terbesar Indonesia, mengadakan lomba menulis tentang asuransi. Saya pun tertantang. Apakah saya bisa menulis tentang asuransi padahal pandangan negatif saya tentang asuransi masih belum berubah.

          Disebabkan ‘keawaman’ saya tentang asuransi, saya pun mencari informasi mengenai asuransi melalui sumber-sumber di internet. Saya pun tersadar bahwa asuransi memang penting dalam kehidupan kita. Mengapa? Karena asuransi memiliki peran besar dan penting yang sangat dibutuhkan pada setiap aspek kehidupan kita. 



          Di Indonesia, kesadaran masyarakat tentang asuransi memang tumbuh tetapi hal itu tidak dibarengi dengan pembelian produk asuransi. Hal itu berdasarkan  survey yang dilakukan oleh Swiss Re, perusahaan reasuransi berbasis di Swiss. Williem Hoesen, Vice President of Client Markets Medical Insurance Swiss Re, mengatakan 89 persen penduduk Tanah Air sudah menyadari pentingnya asuransi kesehatan. Namun, hanya 17 persen saja yang akhirnya memutuskan untuk membeli produk tersebut.

          Ironisnya adalah penduduk Indonesia sebenarnya mampu membeli produk asuransi. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya jumlah masyarakat ekonomi kelas menengah. World Bank mengatakan, sebesar 56,5 persen dari 237 juta populasi Indonesia sudah masuk ke dalam kategori kelas menengah (mid-class). Artinya, sekarang sudah ada 134 juta masyarakat yang sudah masuk ke dalam tingkat finansial ini. 2

          Bank Dunia (World Bank) mengkategorikan kelas menengah yaitu mereka yang mampu membelanjakan uang hingga USD 2 sampai USD 20 per hari. Bank dunia juga mengatakan nilai uang yang dibelanjakan oleh para kelas menengah Indonesia terbilang luar biasa. Di tahun 2010, jumlah pengeluaran untuk membeli pakaian dan alas kaki sebesar Rp 113,4 triliun, barang rumah tangga dan jasa Rp 194,4 triliun, plesir di luar negeri Rp 59 triliun, dan biaya transportasi Rp 238,6 triliun.3 Luar biasa, bukan?

         
          Dari data tersebut, kita bisa melihat bahwa masyarakat Indonesia sangat konsumtif dan sadar asuransi tetapi kesadaran tersebut bertolak belakang dengan ‘keenganan’ mereka  mengikuti atau mendaftar menjadi pengguna asuransi. Hal itu bisa disebabkan karena belum gencarnya pemerintah dan perusahaan asuransi memberikan edukasi atau melakukan kampanye kepada masyarakat tentang manfaat asuransi. Bandingkan dengan pemerintah Singapura dan Malaysia yang sudah mewajibkan asuransi untuk setiap kendaraan. Tanpa asuransi, mobil di Malaysia dan Singapura tidak boleh dikendarai. Sementara di Indonesia belum ada aturan seperti itu.4

          Namun, ‘keenganan’ masyarakat tersebut bisa disebabkan karena masih adanya pandangan negatif masyarakat seperti saya yang menganggap asuransi itu tidak penting. Bahkan tersebar berita buruk tentang nasabah yang rajin membayar premi tiap bulan tetapi saat mengajukan klaim, hak nasabah tersebut tidak terpenuhi. Kemudian ada lagi stigma bahwa menggunakan asuransi berarti melawan kehendak Tuhan karena hidup, mati, sakit dan musibah bencana adalah hak Tuhan. Asuransi memang bukan alat penghindar atau penolak bencana tetapi asuransi merupakan sebuah proteksi meringankan beban musibah dari  aspek finansial. 



          Well, sesuai judul tulisan diatas, maka mari kita ulik asuransi dan peran pentingnya pada setiap aspek kehidupan.

          Dikutip dari Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD Pasal 246), asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu.

Pengertian tersebut dapat diterjemahkan menjadi:
1.    Pihak tertanggung, merupakan nasabah yang mentransferkan risiko (musibah) yang diterimanya ke pihak penanggung.
2.    Pihak penanggung adalah perusahaan asuransi yang menanggung dan mengganti kerugian dari pihak nasabah.
3.    Premi yaitu biaya yang dibayar oleh nasabah ke perusahaan asuransi.
4.    Syarat-syarat perjanjian asuransi serta hak dan kewajiban kedua belah pihak tertulis dalam polis.

          Dengan kata lain, asuransi merupakan sebuah jalan pengalihan risiko (musibah) yang akan menimpa kita karena risiko tersebut tidak dapat diprediksi kedatangannya dalam hidup. Risiko dalam hidup dapat berupa kematian, sakit kritis, kehilangan mobil, rumah terbakar dan lain sebagainya. Risiko tersebut bisa menghancurkan sisi finansial keluarga terlebih lagi jika kita tidak mempunyai asuransi ketika sebuah musibah datang. Asuransi dibutuhkan sebagai fungsi proteksi dengan mengcover semua risiko yang menimpa kita atau yang akan dialami oleh anggota keluarga nanti.

        Apakah memang wajib memiliki asuransi? Hal itu bisa dijawab dengan ilustrasi seperti berikut:

          Masih ingat dengan kejadian pesawat Malaysia MH370? Coba bayangkan jika Anda adalah salah salah satu korban penumpang yang hilang dan Anda tidak memiliki asuransi, bagaimana kelanjutan hidup istri, anak-anak dan orang tua yang masih tanggungan Anda? Apakah harus menjual aset seperti mobil dan rumah baru bisa mendapatkan uang dan melanjutkan hidup?

          Atau tidak usah jauh-jauh menjadi korban MH370, sebagaimana yang kita ketahui bahwa risiko atau musibah memang tidak bisa diprediksi kedatangannya. Misalkan Anda sudah hidup sehat, makan-makanan bergizi, berolahraga setiap hari tetapi tiba-tiba Anda didiagnosa menderita penyakit kanker stadium awal yang gejalanya memang tidak tampak, apakah Anda siap menghadapi biaya rumah sakit dan pengobatan lain yang jumlahnya besar? Apakah Anda tega berhutang sana-sini dan meninggalkan hutang tersebut pada keluarga tersayang Anda? Bagaimana kelanjutan pendidikan anak Anda kelak?

          Seandainya Anda sudah memiliki asuransi, misal asuransi jiwa, maka asuransi tersebut bisa digunakan untuk mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi. Uang klaim (pertanggungan) tersebut bisa digunakan untuk melanjutkan hidup bagi keluarga yang ditinggalkan sehingga kesedihan kehilangan kepala keluarga tidak harus dibarengi dengan kesedihan finansial.

          Ilustrasi kecil diatas bisa menggambarkan betapa pentingnya asuransi pada aspek kehidupan kita. Dibawah ini saya akan membahas lebih mendalam peran penting asuransi tersebut:

a. Asuransi Kesehatan

          ‘Sehat itu mahal.’ Kita sudah sering mendengar frase tersebut. Kita sangat memahaminya tetapi tidak diikuti dengan gaya hidup sehat. Memasuki zaman teknologi yang serba canggih dan serba instan ini tidak ketinggalan gaya hidup kita pun juga ikut-ikutan instan. Merasa sibuk dengan pekerjaan di kantor atau sibuk kuliah, kita pun lupa untuk makan tepat waktu dan makan makanan bergizi sampai akhirnya harus memilih makanan instan atau junk food. Apalagi jika tidak diikuti dengan berolahraga setiap hari. Kemudian Anda mendapat musibah yaitu kecelakaan yang membutuhkan perawatan intensif atau tiba-tiba saja Anda didiagnosa menderita penyakit kritis, seperti stroke, gagal ginjal, serangan jantung, kanker dan lain sebagainya. Pengobatan untuk berbagai penyakit kritis tidak murah apalagi jika pengobatan tersebut dilakukan di Indonesia. Mengapa? Menurut salah seorang akademikus Fakultas Kedokteran UGM, Trisasi Lestari mengatakan bahwa lebih dari 90 persen alat kesehatan di Indonesia masih impor atau teknologinya dipegang oleh perusahaan luar negeri. Seperti alat untuk deteksi kadar gula pada penderita diabetes hingga perangkat laboratorium untuk pemeriksaan darah di banyak rumah sakit, bahkan jarum suntik pun masih impor. 5


          Bayangkan ilustrasi seperti ini, misalkan seorang pasien menderita penyakit kanker, untuk diagnosa awal dibutuhkan biaya Rp. 10 juta. Apabila jika harus mengambil tindakan operasi, maka akan memakan biaya minimal Rp. 25 hingga Rp. 30 juta. Kemudian, sang pasien harus menjalani radiasi dan kemoterapi yang membutuhkan biaya Rp. 3 hingga Rp. 6 juta.  Berapa banyak uang habis untuk menjalani perawatan dari awal hingga akhir? Jika sang pasien tersebut tidak memiliki asuransi kesehatan, mungkin ia harus  menjual aset seperti mobil, rumah atau harus hutang dengan keluarga lain. Hal itu jelas sangat tidak mengenakkan. Asuransi kesehatan memilki manfaat yang sangat besar bagi kita. Manfaat tersebut diantaranya perusahaan asuransi menanggung biaya perawatan kritis, mengcover setidaknya 50% rawat jalan atau rawat inap, membiayai tes laboraturium, biaya dokter, biaya obat-obatan dan  masih banyak lagi maanfat asuransi kesehatan yang didapat. Dengan asuransi kesehatan, kita bisa melindungi keluarga dari masalah keuangan saat kita harus mendapatkan perawatan kesehatan.

b.   Asuransi jiwa

          Jika ditanya untuk apa Anda bekerja? Tentu saja bekerja untuk menghidupi keluarga tercinta yang menjadi tanggungan yaitu istri, anak, orang tua. Lantas apakah Anda sudah memikirkan risiko terburuk jika suatu hari nanti Anda tidak dapat bekerja lagi disebabkan meninggal dunia atau umur Anda yang tidak produktif untuk bekerja lagi, bagaimana kelanjutan hidup orang-orang yang menjadi tanggungan Anda?

          Tahukah Anda, berdasarkan data terakhir dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), 60 persen dari seluruh kematian atau sekitar 7,2 juta jiwa meninggal akibat jantung koroner dan serangan jantung mendadak.6 Jika hal ini terjadi pada Anda apakah Anda memiliki tabungan yang cukup untuk ditinggalkan? Sangat menyakitkan jika membiarkan mereka mengalami kesulitan financial di masa depan ketika Anda tidak lagi menjadi tulang punggung keluarga. Membeli asuransi jiwa merupakan sebuah pengeluaran dan perencanaan finansial terbaik demi kelanjutan hidup orang-orang yang Anda cintai. Ketika mengalami musibah misal meninggal, cacat sehingga tidak bisa bekerja atau umur lanjut, asuransi jiwa masih memberikan manfaatnya. Manfaat yang didapat yaitu memastikan bahwa keluarga  Anda memiliki cukup dana untuk melanjutkan hidup, memastikan penyelesaian hutang yang dimiliki semasa hidup, dan anak-anak bisa melanjutkan pendidikan. 


          Jangan pikir bahwa asuransi jiwa dibutuhkan hanya bagi yang sudah berkeluarga. Untuk anak muda masih lajang dan bekerja, asuransi jiwa adalah produk sangat diperlukan, terutama bagi mereka yang masih memiliki tanggung jawab untuk membantu perekonomian orang tua atau orang yang dicintai, misalnya untuk menyokong biaya sekolah adik, kerabat atau saudara.

c.    Asuransi properti

          Data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, sejak Januari - 11 Desember 2013 telah terjadi 1.475 kebakaran. Jumlah ini mengalami peningkatan luar biasa dibandingkan dibandingkan tahun 2012 yang hanya 993 kebakaran. Jumlah korban kebakaran mencapai 8.534 kepala keluarga (KK) atau 34.291 jiwa. Korban jiwa sebanyak 69 tewas dan 171 luka-luka. Sementara itu, penyebab kebakaran masih didominasi akibat hubungan arus pendek listrik sebanyak 699 kejadian. 7


          Dari data diatas kita bisa menyimpulkan bahwa bukan hanya jiwa dan kesehatan saja yang perlu diasuransikan, tetapi properti seperti rumah, ruko, apartemen pun juga harus diasuransikan. Properti adalah aset yang sangat berharga. Ketika kita sudah membeli rumah tiba-tiba bencana datang tanpa diduga seperti gempa bumi, banjir atau kebakaran, mau tidak mau kita harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaikinya kembali. Seandainya properti yang dimilki semisal ruko yang menjadi sumber pendapatan mengalami kebakaran, bagaimana Anda harus menyelamatkan atau mengganti rugi barang-barang dan dokumen berharga yang sudah terbakar habis? Lalu, apakah Anda tetap santai saja padahal Indonesia sudah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai negara yang paling rawan bencana?

          Asuransi property memiliki fungsi untuk mencover risiko dari bencana alam, kebakaran, kerusuhan, perampokan, dan lain-lain. Selain itu, asuransi juga memberikan akomodasi sementara yang menyertai ketika musibah seperti kebakaran atau gempa bumi terjadi. Sungguh akan sia-sia kerja keras kita dalam mencicil rumah jika kita lalai untuk mengasuransikannya.

d.   Asuransi kendaraan

          Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan total penjualan mobil di pasar nasional pada tahun 2013 mencapai 1.229.903 unit. Angka tersebut melebihi penjualan tahun sebelumnya sebanyak 1,1 juta unit.8

          Sedangkan Data Operasi Ketupat 2014 Polri mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas dalam arus mudik dan arus balik Lebaran 2014 mencapai 3.057 kasus.9 Kita bisa melihat bahwa risiko kendaraan juga memilki efek sangat besar sama seperti kesehatan,  jiwa dan properti. Mobil termasuk barang mewah berharga tinggi yang rawan ancaman tindakan kriminal dan kecelakaan. Apabila terjadi kerusakan akibat kecelakaan tertentu, pastinya perbaikannya membutuhkan biaya yang mahal. 


Asuransi memberikan proteksi sehingga kita terbebas dari perasaan takut dan beban pikiran karena biaya. Jika terjadi kehilangan, Anda tidak perlu cemas karena sudah memiliki asuransi yang akan membantu Anda. Selain itu, asuransi juga mengcover risiko-risiko selain kecelakaan yaitu pencurian yang didahului dengan tindak kekerasan, kebakaran, benturan, terbalik, terperosok dan lain sebagainya. Asuransi direkomendasikan bagi Anda yang memiliki mobil dalam tahapan cicilan atau kredit dengan begitu asuransi memberikan perlindungan hingga masa pembayaran selesai. 

e.   Asuransi perjalanan

          Allianz mencatat pertumbuhan travel market Indonesia selama 2008-2012 sebesar 8,5 persen dengan jumlah traveler mencapai 7,6 juta orang.  Dari jumlah tersebut, masih minim traveler Indonesia yang mengikuti travel insurance atau asuransi perjalanan.
Head of Personal Accident Travel and Health Asuransi Allianz Utama Indonesia, Mariani Solihah
menjelaskan, dari total 7,6 juta orang traveler, baru 5 persen yang mendaftarkan dirinya pada asuransi perjalanan.10

 
          Traveling sudah menjadi kebutuhan bagi para masyarakat yang haus akan liburan dan mencari kesenangan. Tapi, kita selalu menganggap bahwa perjalanan kita baik-baik saja dan yakin tidak ada kendala selama melakukan perjalanan tersebut. Risiko dalam perjalanan bisa saja dapat terjadi, misalkan tiba-tiba sakit dan harus masuk rumah sakit, bencana alam seperti badai salju jika bepergian ke negara Eropa, kehilangan bagasi, kecelakaan dan masih banyak risiko yang ditemui dalam perjalanan. Dengan memiliki asuransi perjalanan, Anda bisa menikmati liburan dengan nyaman tanpa harus kewalahan. Berbagai manfaat yang didapat dari asuransi perjalanan tergantung jenis proteksi yang dipilih diantaranya, yaitu: 

-          Kecelakaan
Sejumlah uang dibayarkan untuk kematian, kehilangan anggota badan akibat kecelakaan yang dialami dalam perjalanan
-          Bagasi, termasuk keterlambatan, kehilangan, atau kerusakan
-          Rawat inap selama di lokasi perjalanan
-          Biaya obat-obatan
-          Penggantian tiket pulang-pergi
-          Kehilangan dokumen karena kena copet

          Sebenarnya masih banyak peran penting asuransi pada setiap aspek kehidupan. Pada paparan diatas, kita bisa menilai bahwa memiliki asuransi memang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Jangan menunggu risiko atau musibah datang kemudian kita sibuk mendaftar ke perusahaan asuransi. Seyogyanya menyediakan persiapan sebelum risiko datang. Dengan begitu kita siap menghadapi risiko tersebut. Dari sekian banyak asuransi, mungkin kita bingung memilih asuransi yang tepat untuk kita.  Terlebih dahulu kenali apa kebutuhan kita. Untuk single dan belum berkeluarga bisa membeli polis asuransi kesehatan dan jiwa, sedangkan bagi yang sudah bekerluarga dan memiliki bisnis yang membuat dia harus bepergian keluar negeri, semua asuransi bisa digunakan asalkan cocok dengan kemampuan finansial yang dimiliki.

          Bukan itu saja, kita juga harus jeli memilih perusahaan asuransi yang jumlahnya terbilang lumayan banyak di Indonesia. Setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan yang berbeda satu sama lain dalam hal penanganan risiko.  Pilihlah perusahaan asuransi yang sudah jelas terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan dilakukan oleh tenaga pemasar yang berlisensi atau sertifikasi dari AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) dan AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia). Pelajari semua manfaat produk yang dibeli serta prosedur klaimnya dengan jelas, supaya mudah mendapatkan pengajuan.11


          Asuransi ibarat payung yang akan dibutuhkan ketika payung tersebut menjalani perannya saat hujan datang. Asuransi dibutuhkan sebagai perlindungan finansial ketika risiko atau musibah datang menimpa kita. Pun asuransi tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki peran penting pada setiap aspek kehidupan kita. Mulailah sekarang untuk menyisihkan pendapatan untuk membeli polis asuransi demi masa depan kehidupan kita dan orang yang disayangi.  Saya pun juga akan memulai merencanakan asuransi ketika sudah bekerja nanti. Seperti kata pepatah bahwa ‘sedia payung sebelum hujan,’ maka ‘sediakan asuransi sebelum risiko datang.’


Note:
          Tulisan ini dibuat karena menjawab ‘tantangan’ dari Allianz Indonesia, sebuah perusahaan asuransi terbesar di Indonesia.  ‘Tantangan’ dalam bentuk lomba tulisan ini merupakan sebuah bentuk  kepedulian Allianz terhadap indonesia untuk memperkenalkan asuransi. Dalam kurun lima tahun terakhir Allianz Indonesia telah melakukan berbagai kampanye pengenalan asuransi kepada masyarakat berupa kegiatan edukasi dan pelatihan literasi keuangan. Baru-baru ini Allianz meluncurkan microsite Jurnal Allianz yang memberikan informasi atau pengetahuan tentang asuransi.  

          Allianz merupakan perusahaan global yang berbasis di Munich, Jerman ini mengembangkan sayapnya ke Indonesia dengan membuka membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan perusahaan asuransi umum bernama PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. Kemudian pada tahun 1996, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia.


          Perusahaan ini memiliki nilai plus yaitu agen Allianz Indonesia telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu, Allianz Indonesia juga telah mendapatkan banyak penghargaan sejak tahun 2004 diantaranya sebagai Asuransi Jiwa yang paling inovatif dalam Indonesia Insurance Award 2012, The Best Islamic General Insurance dari The 9th Islamic Finance Awards 2013. Di kancah global, Allianz menempati peringkat 27 diantara 2000 perusahaan global yang dirilis oleh Forbes Global bulan Mei 2014 dan menempati peringkat pertama perusahaan terbesar dunia kategori perusahaan asuransi.


Referensi:

Sumber Gambar:
http://www.aiche.org/sites/default/files/styles/aiche_content/public/images/page/lead/global_images_insurance_life-car-health-ssk_100070060.jpg

0 comments:

Post a Comment